SMP Muhammadiyah 4 Depok yang terletak di Jalan Al-Hukama Rangkapanjaya Baru, Pancoranmas menyelenggarakan upacara bendera memperingati HUT RI ke-65 di halaman Sekolah, upacara diikuti oleh seluruh siswa dan tenaga pendidik SMP Muhammadiyah 4 Depok dan di saksikan oleh warga RT 03/04 Rangkapanjaya Baru, walau pun dalam keadaan puasa, pelaksanaan upacara bendera dapat dilaksanakan dengan hikmat dan penuh disiplin.
Dalam sambutannya Kepala SMP Muhammadiyah 4 Depok yang bertindak sebagai inspektur upacara mengajak kepada seluruh civitas akademika SMP Muhammadiyah 4 Depok untuk terus menggelorakan semangat jihad dan berjuang dalam kehidupan sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing, yang pelajar bersungguh-sungguh dalam belajar, para guru mendidik dan membimbing siswa dengan baik dan benar agar dapat menciptakan generasi penerus yang mampu mengembangkan dan memajukan bangsa.
Setelah upacara bendera, para siswa dan guru membunyikan Meriam Bambu sebanyak 17 kali sebagai tanda peringatan HUT RI di tanggal 17 Agustus 2010, diawali oleh kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan dilanjutkan oleh siswa/i. Meriam bambu yang dipergunakan merupakan hasil karya siswa yang tergabung dalam Saintik Club dibawah bimbingan Hariyanto Kamil, M.Pd, terdengar sangat menggelegar seperti Meriam sungguhan.
Banyak warga sekitar yang datang melihat kegiatan tersebut. Meriam bambu merupakan permainan tradisional Betawi dan Sunda serta beberapa daerah lainnya dengan nama bledugan, lodong, bulo dan lainnya, diperkenalkan kepada para siswa agar tetap memelihara tradisi permainan tradisional yang sering dimainkan dalam menunggu bedug magrib, selain itu pula para pembuat meriam bambu diberikan pemahaman tentang campuran air dan karbit dalam konteks ilmu pengetahuan alam sehingga pembelajaran yang dilaksanakan melalui meriam bambu sangat bermanfaat bagi siswa. (Ali Wartadinata/Asep)
Dalam sambutannya Kepala SMP Muhammadiyah 4 Depok yang bertindak sebagai inspektur upacara mengajak kepada seluruh civitas akademika SMP Muhammadiyah 4 Depok untuk terus menggelorakan semangat jihad dan berjuang dalam kehidupan sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing, yang pelajar bersungguh-sungguh dalam belajar, para guru mendidik dan membimbing siswa dengan baik dan benar agar dapat menciptakan generasi penerus yang mampu mengembangkan dan memajukan bangsa.
Setelah upacara bendera, para siswa dan guru membunyikan Meriam Bambu sebanyak 17 kali sebagai tanda peringatan HUT RI di tanggal 17 Agustus 2010, diawali oleh kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan dilanjutkan oleh siswa/i. Meriam bambu yang dipergunakan merupakan hasil karya siswa yang tergabung dalam Saintik Club dibawah bimbingan Hariyanto Kamil, M.Pd, terdengar sangat menggelegar seperti Meriam sungguhan.
Banyak warga sekitar yang datang melihat kegiatan tersebut. Meriam bambu merupakan permainan tradisional Betawi dan Sunda serta beberapa daerah lainnya dengan nama bledugan, lodong, bulo dan lainnya, diperkenalkan kepada para siswa agar tetap memelihara tradisi permainan tradisional yang sering dimainkan dalam menunggu bedug magrib, selain itu pula para pembuat meriam bambu diberikan pemahaman tentang campuran air dan karbit dalam konteks ilmu pengetahuan alam sehingga pembelajaran yang dilaksanakan melalui meriam bambu sangat bermanfaat bagi siswa. (Ali Wartadinata/Asep)

aya-aya wae,,,,,
BalasHapuspak ...
BalasHapussuara meriam sundut nya smpe kedengeran ke luar angkasa .....
hehehehe